PERJALANAN PELAYARAN BANGSA BARAT




PERJALANAN BANGSA PORTUGIS, SPANYOL, DAN BELANDA

Bangsa Portugis

Bangsa Portugis mengadakan penjelajahan samudra dimulai sejak tahun 1450 masehi. Tokoh-tokoh penjelajahan samudra bangsa Portugis antara lain :

a. Bartholomeus Diaz (1450 -1500 masehi)

b. Vasco da Gama (1469 -1524 masehi)

c. Alfonso d’Albuquerque (1453-1515 masehi)

Rute pejelajahan samudra yang ditempuh oleh bangsa Portugis dimulai dari kota Lisabon (1486 dan 1497), menyusuri pantai barat Afrika, semenanjung Harapan, pantai timur Afrika berlayar kearah timur menuju ke Calicut (India) pada tahun 1498 masehi.

Di India Vasco da Gama mendirikan kantor dagang. Kemudian pada tahun 1511, Alfonso d’Albuquerque yang menggantikan Vasco da Gama berhasil menguasai selat Malaka.

Setelah menguasai Malaka, bangsa Portugis melanjutkan pelayarannya kearah timur menuju Indonesia. Pada tahun 1512 masehi berhasil menanamkan pengaruhnya di Maluku.

Bangsa Spanyol

 Pelopor bangsa Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah

a. Christopher Colombus
Ia berjalan kearah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India. Bahkan Christopher Columbus pernah mencatat misteri yang terjadi di kawasan segitiga bermuda dalam pelayaran penjelajahan samuderanya. Tahun 1942, saat Colombus bergerak menuju Amerika, ia melintasi Samudera Atlantik yang termasuk kawasan Segitiga Bermuda.

b. Ferdinand Magellan
Ia berangkat melalui samudera Atlantik. etelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. sewaktu mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magellan terbunuh. Ia digantikan oleh Del Cano. Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore.

Kesimpulan rute Spanyol:
Samudera Atlantik → ujung Amerika Serikat → Samudera Pasifik → Filipina → Tidore (Indonesia)

Bangsa Belanda
Rute perjalanan bangsa Belanda ke Indonesia melalui jalur pelayaran/laut awalnya mengikuti rute pelayaran bangsa Portugis yaitu menyusuri pesisir timur Afrika dari Tanjung Harapan menuju Selat Malaka dan dari Madagaskar ke Selat Sunda.

 Namun sejak tahun 1611, kapal Belanda menggunakan rute Brouwer (Brouwer’s route) yang mengambil jalur lepas pantai, di sekitar 40 derajat Lintang Selatan dimana angin sangat kencang dan membuat perjalanan ke Selat Sunda lebih cepat.

Belanda mulai berusaha melakukan perdagangan rempah-rempah langsung ke Indonesia setelah pedagang mereka tidak lagi bisa berdagang di Lisabon karena Portugal dan Spanyol bersatu dibawah satu raja, Raja Felipe II pada tahun 1590an.

 Belanda melakukan penjelajahan dengan memanfaatkan rute yang ditemukan oleh Portugal, yang mana peta rute ini berhasil didapatkan Belanda melalui para pedagang yang sebelumnya berdagang di Lisabon. Rute in kemudian diperiksa dengan peta yang dibuat oleh Petrus Plancius, kartogafer asal Brusel yang pindah ke Amsterdam.  

 Rute ini menempuh jalur yang diawali dengan menyusuri Samudera Atlantik ke selatan, mengitari benua Afrika di Tanjung Harapan, lalu mengarah ke utara untuk menyusuri pesisir timur Afrika menuju India dan Selat Malaka, atau menyusuri Madagaskar dan Samudera Hindia untuk menuju Selat Sunda. Rute Madagaskar inilah yang digunakan oleh Cornelis de Houtman dalam perjalanan pertamanya menuju Indonesia pada tahun 1595.

 Namun kemudian, navigator Belanda, Hendrik Brouwer (1581-1643), berhasil menemukan rute yang lebih cepat pada tahun 1611. Rute ini disebut rute Brouwer, yang mengitari Afrika di ujung Tanjung Harapan, pada lintang 40 derajat, dan dengan memanfaatkan angin laut yang cepat di lintang ini langsung menuju ke timur dan berbelok ke utara sebelum menuju Selat Sunda. Rute ini dapat memangkas waktu perjalanan dari Belanda ke Batavia dari 1 tahun menjadi hanya 6 bulan.

Nama: Lusiana Nurul Insani
Kelas: XI IPS 1
No: 15



Komentar